BENCANA ASAP - Palu makin memburuk

22 Oktober 2015 10:48 WIB
BENCANA ASAP - Palu makin memburuk
Awak pesawat bom air asal Rusia tiba di Bandara Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II, Palembang, Sumsel, Rabu (21/10). Dua pesawat amphibi Beriev Be-200 diproyeksikan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Palu (ANTARA News) - Kabut asap akibat kebakaran hutan di wilayah Palu dan sekitarnya pada Kamis pagi semakin memburuk dibandingkan sebelumnya.

"Hingga pukul 08.25 WITA, kabut asap pekat masih menyelimuti wilayah Palu, Donggala dan Kabupaten Sigi," kata Kepala Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Benyamin Apituley.

Ia mengatakan kondisi bandara kebanggaan masyarakat Sulteng itu masih sama seperti hari sebelumnya diselimuti kabut asap kiriman kebakaran hutan dari Kalimantan dan Sulawesi.

Di Sulteng memang ada kebakaran lahan kebun dan hutan, tetapi asapnya hanya sebagian kecil ditiup angin ke Palu.

Menurut dia, kabut asap paling banyak berasal dari kebakaran hutan di Kalimantan dan Sulawesi.

Dengan kondisi kabut asap yang terlihat hari ini cukup tebal sehingga bukit dan gunung-gunung yang di Lembah Palu dan Kabupaten Sigi dan Donggala tampak tidak terlihat.

"Kabut asap hari ini semakin tambah parah dan kemungkinan besar tidak akan ada penerbangan," kata dia.

Benyamin mengaku untuk hari ini hingga pukul 08.25 WITA, belum ada satupun pesawat milik maskapai penerbangan yang mendarat.

Petugas ATC Bandara Mutiara Palu, Widi Antara mengatakan pagi baru dua pesawat diberangkatkan yaitu Lion Air tujuan Balikpapan dan Garuda Indonesia tujuan Jakarta.

Sementara pesawat yang mendarat pada pagi hari ini belum ada satupun.

Pewarta: Anas Masa
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2015