"Lumba-lumba itu terlihat di sini sejak Kamis (11/8) malam," kata seorang warga, Adi (30), di Pantai Kemiren, Jumat
Warga kemudian melaporkan keberadaan lumba-lumba tersebut ke petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.
Petugas BKSDA Jawa Tengah Seksi Konservasi Wilayah II Cilacap-Pemalang Dedi Rusyanto menduga lumba-lumba itu terpisah dari kawanannya hingga akhirnya terdampar.
Dia mengatakan dengan bantuan nelayan petugas BKSDA telah beberapa kali berusaha mendorong lumba-lumba tersebut ke tengah laut tapi gagal karena lumba-lumba mamalia laut itu selalu terhempas gelombang sehingga kembali ke tepi pantai.
"Saat ini kami menunggu kedatangan dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap. Lumba-lumba itu rencananya akan disuntik vitamin agar staminanya pulih," katanya.
Setelah staminanya pulih, dia mengatakan, lumba-lumba itu akan ditarik ke tengah laut menggunakan perahu.
Tahun 2013 dua lumba-lumba yang diduga ibu dan anak ditemukan terdampar dalam keadaan mati di Pantai Teluk Penyu, Cilacap.
Seekor lumba-lumba juga dilaporkan terdampar di Sungai Serayu, Desa Penggalang, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, tahun 2014, yang selanjutnya digiring nelayan ke laut lepas.
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2016