DPR soroti kondisi guru honorer

7 Mei 2018 10:09 WIB
DPR soroti kondisi guru honorer
Dokumentasi sejumlah guru honorer menyelesaikan proses validasi dan verifikasi data untuk Tunjangan daerah dengan dibantu pihak Forum Komunikasi Guru Honorer Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/5). Sebanyak 14600 guru honorer di Bandung akan mendapatkan tunjangan daerah yang diberikan pemerintah kota Bandung sebanyak Rp. 62 milliar. (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, menyoroti kondisi guru honorer di Indonesia, karena belum mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah sehingga peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati tiap 2 Mei harus menjadi momentum perbaikan nasib guru honorer.

"Walau Indonesia memiliki peringatan Hardiknas, namun menjadi sangat ironis, karena hingga kini masih ada banyak tenaga pengajar atau guru honorer yang belum mendapatkan kesejahteraan layak," kata Taufik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi guru honorer karena, dengan gaji yang jauh dari kata layak, bahkan di bawah angka Upah Minimum Regional (UMR), tidak sebanding dengan perjuangannya untuk mencerdaskan anak bangsa.

Kondisi itu menurut dia sangat ironis karena seorang guru selalu dituntut untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, namun kesejahteraan mereka terabaikan, bahkan dengan kehidupan ekonomi saat ini, guru semakin sulit memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Mereka bahkan harus mencari pekerjaan sampingan. Ini harus menjadi renungan kita bersama agar ada solusi ke depannya," ujarnya.

Taufik yang juga politisi PAN itu mendorong keberpihakkan negara dengan memprioritaskan guru honorer yang telah mengabdi kepada negara, bahkan hingga belasan tahun, untuk dapat mengangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Dia menilai perjuangan para guru khususnya guru honorer harus mendapat penghargaan yang layak dari negara karena akibat dari kecilnya honor, akhirnya guru-guru tersebut tidak mengembangkan kemampuan dirinya.

"Mereka sibuk untuk mencari uang, hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya. Ini harus menjadi perhatian negara," katanya.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2018