• Beranda
  • Berita
  • Polri : Dua finalis puteri Indonesia terlibat pelacuran daring

Polri : Dua finalis puteri Indonesia terlibat pelacuran daring

11 Januari 2019 19:14 WIB
Polri : Dua finalis puteri Indonesia terlibat pelacuran daring
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan (tengah) memberikan keterangan kepada awak media terkait pengembangan kasus prostitusi daring yang melibatkan artis dan model di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (7/1/2019). Kapolda Jatim menyatakan bahwa dari hasil pengembangan pemeriksaan terhadap dua tersangka yang berperan sebagai mucikari berinisial ES (37) dan TN (28) asal Jakarta itu didapatkan 45 oknum artis dan 100 model diduga terlibat prostitusi daring di bawah kendali dua tersangka tersebut. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengungkapkan dua finalis Puteri Indonesia terlibat dalam pelacuran daring dari 45 artis dan seratusan model yang dikendalikan germo ES dan TN.

Luki saat bertemu wartawan di Mapolda Jatim di Surabaya, Jumat, mengatakan keduanya masuk dalam enam artis terduga kuat terlibat praktik pelacuran berdasarkan bukti-bukti yang ada saat pemeriksaan ES dan TN.

"Sudah ada enam, karena ketambahan satu orang. Sudah lengkap data-datanya, termasuk nama-namanya," ungkap Luki.

Meski begitu, Luki enggan membocorkan nama-nama tersebut. Selain dua finalis Puteri Indonesia, ada dua artis sinetron di stasiun televisi swasta, dan dua lainnya merupakan artis FTV.

"Yang dua artis sinetron di tv swasta, yang dua finalis Puteri Indonesia, yang dua lagi artis FTV atau foto model," ucapnya.

Mengenai identitas kedua finalis Puteri Indonesia tersebut, Luki enggan menjabarkannya. Dia hanya membocorkan jika mereka adalah finalis Puteri Indonesia pada 2016 dan 2017. "Finalis Puteri Indonesia tahun 2016 dan 2017," ujar Luki.

Luki menyatakan keenam artis yang diduga kuat terlibat pelacuran daring tersebut akan dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi pada pekan depan.

"Pemanggilan akan dilakukan minggu depan. Jika tidak datang akan kita panggil lagi minggu berikutnya sampai dua kali, setelah itu ada upaya paksa membawa mereka. Ini untuk memperjelas jaringan dari pelacuran daring ini," tutur Luki.

Baca juga: Polri minta dua mucikari artis serahkan diri

Pewarta: Indra Setiawan/Willy Irawan
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2019